HOT NEWS

Loading...

Top Entri

Sabtu, 15 Januari 2011

Profil Philip Younghusband


Nama lengkap : Philip James Placer "Phil" Younghusband
Nama populer : Philip Younghusband
Nama panggilan : Phil
Tanggal lahir : 4 Agustus 1987
Negara : Filipina
Tinggi badan : 180 cm
Berat badan : 72 kg
Peranan : Gelandang
Nomor punggung : 10
Tim Nasional : Filipina



Jakarta,- Liga Primer Indonesia, liga di luar struktur PSSI dijadwalkan bergulir pada Sabtu, 8 Desember 2011 di Solo.inilah 19 tim yang siap mengikuti Liga Primer Indonesia. 
1. Aceh United
Persebakbolaan di Kota Banda Aceh kembali hidup dengan kehadiran Aceh United sebagai salah satu peserta Liga Primer Indonesia. Banda Aceh memiliki potensi besar karena banyak tersedia bakat-bakat pemain muda dan suporter sepakbola yang aktif. Adalah Aceh United yang akan menampung bakat-bakat pemain muda Banda Aceh untuk berprestasi dan memberikan tontonan menghibur kepada para suporter.
Stadion : Harapan Bangsa, Banda Aceh (kapasitas 40.000)
Pelatih : Lionel Charbonnier (Perancis)
Mantan kiper ketiga timnas Prancis di Piala Dunia 1998 ini banting setir menjadi pelatih usai gantung sepatu. Saat menjadi direktur teknik federasi sepakbola Tahiti, Lionel Charbonnier mengantarkan timnas U-20 negara di kepulauan Karibia tersebut ke
Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2009. Kini publik Indonesia akan menyaksikan langsung kehandalan pemain juara dunia ini menangani tim peserta LPI yang bermarkas di ujung paling barat nusantara, Aceh United.
2. Bali De Vata
Bali tercatat pernah memiliki tim-tim yang bermain di pentas sepak bola nasional, seperti pada era Liga Sepak Bola Utama (Galatama) tahun1980-an dan Liga Divisi Utama pada tahun 2000-an. Kini Liga Primer Indonesia (LPI) bertekad membawa semangat Bali dalam revolusi sepakbola nasional melalui klub Bali Dewata.
Stadion : Kapten i Wayan Dipta, Gianyar (kapasitas 25.000)
Pelatih : Willy Scheepers (Belanda)
Pelatih asal Belanda Willy Scheepers dipercaya menangani Bali De Vata. Sebelum mampir di kawasan wisata ternama dunia ini, Scheepers tercatat sebagai juru latih klub-klub Eropa, seperti FC Oberwinterthur, FC Kreuzlingen, dan APEP Pitsilia. Jabatan teknis terakhir yang dipegang Scheepers adalah menjadi direktur teknik di liga utama Siprus.
3. Bandung FC
Bandung selalu memiliki klub-klub yang berprestasi di kancah sepakbola nasional. Setelah Persib dan Maung Bandung Raya, kini muncul Bandung FC sebagai klub sepakbola baru di Bandung yang akan semakin mengharumkan nama kota kembang ini. Kekuatan klub muda ini langsung terlihat dalam Laga Pra Musim kompetisi dan memiliki harapan besar di arena Liga Primer Indonesia.
Stadion : Siliwangi, Bandung (kapasitas 25.000)
Pelatih : Nandar Iskandar
Nama Nandar Iskandar tidak bisa dipisahkan dari percaturan sepakbola Indonesia. Selain pernah menjadi pemain timnas di tahun 1970-an, Nandar yang identik dengan Persib Bandung ini juga sempat melatih timnas Indonesia pada 1999 hingga 2000. Sebagai pelatih, kiprah Nandar memang tak perlu diragukan. Bandung Raya, Persib Bandung, PKT Bontang, Perseden Denpasar, PSPS Pekanbaru, dan Persiba Bantul pernah merasakan tangan dinginnya.
4. Batavia Union
Mewakili kota Jakarta, Batavia Union merupakan klub baru dengan materi pemainpemain yang handal dan berpengalaman menggeluti liga nasional. Meski baru, klub ini telah memiliki basis suporter yang setia dan bersemangat. Klub ini juga merupakan salah satu klub yang bersinar pada Laga Pra Musim Kompetisi LPI.
Stadion : Tugu, Jakarta (Kapasitas 20.000)
Pelatih : Roberto Bianchi (Brasil)
Pelatih asal Brazil pemegang paspor Spanyol ini mengantongi sertifikat UEFA PRO pada tahun 2006. Pernah melatih Zamora FC, Roberto Bianchi juga lama berkecimpung di Ciuded de Muscia, Mato Grosso de Sul, Bullense, dan Beijing Guoan FC. Kini Beto melangkah bersama Batavia Union.
5. Bogor Raya
Klub yang dikenal dengan nama Laskar Kujang ini berisikan manajemen muda yang kreatif dan penuh semangat. Klub ini juga membuat kejutan dengan mendatangkan mantan pemain River Plate, Diego Bogado, gelandang sayap asal Argentina berusia 24 tahun. Bogor Raya optimis dapat mengubah persepakbolaan Indonesia melalui semangat generasi muda.
Stadion : Persikabo, Bogor (kapasitas 15.000) dan Pajajaran, Bogor (kapasitas 12.000)
Pelatih : John Arwandy
LPI menjadi pertanda dimulainya debut John Arwandi sebagai pelatih. Sebelumnya, John malang-melintang sebagai staf teknik di sejumlah klub Indonesia. Tercatat pernah menjadi pelatih fisik PS Semen Padang pada 2007, John kemudian dipercaya menjadi
asisten pelatih Persikabo Bogor tahun 2008-2009. Kini John bertugas memimpin Bogor Raya meraih sukses di LPI.
6. Cendrawasih Papua
Cendrawasih FC lahir dari klub Kontiki FC, yang merupakan binaan para mantan pemain Persipura yang tergabung dalam Asosiasi Mantan Pemain Persipura (AMPP). Papua sendiri dikenal sebagai ladang bakat-bakat muda pemain sepakbola Indonesia dan secara konsisten melahirkan pemain-pemain bintang.
Stadion : Mandala, Jayapura (kapasitas 30.000)
Pelatih : Uwe Erkebrecher (Jerman)
Pelatih asal Jerman ini pernah menangani klub Eropa seperti tim Jerman FC Koln Jugend, FC Carl Zeiss Jena, dan beberapa klub divisi II di Jerman. Dengan pengalaman melatihnya di berbagai klub, Uwe Erkebrecher ingin menjadi bagian dari perubahan sepak bola Indonesia dengan melatih tim Cendrawasih Papua.
7. Jakarta 1928
Jakarta 1928 merupakan salah satu klub yang unik di pentas Liga Primer Indonesia. Klub ini membawa semangat perubahan yang diusung Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ), salah satu klub sepakbola yang menjadi bagian perjuangan di masa penjajahan dulu. Semangat yang sama selama ini bersemayam di klub Persija Jakarta.
Stadion : Lebak Bulus (Kapasitas 25.000)
Pelatih : Bambang Nurdiansyah
Inilah comeback Bambang Nurdiansyah di bangku pelatih setelah menangani klub-klub ternama Indonesia, seperti Pelita Krakatau Steel, PSIS Semarang, serta terakhir Arema Malang. Beberapa kali pula Bambang dipercaya menangani timnas yunior Indonesia di turnamen internasional, seperti Asian Games 2006. Pernah memperkuat timnas Indonesia sebagai pemain selama 11 tahun, Bambang kini menjadi arsitek utama Jakarta 1928.
8. Kabau Padang
Kabau Padang lahir dari inspirasi kemandirian yang telah dibangun oleh klub sepakbola mandiri Cement Padang. Melalui persiapan yang cenderung tertutup, Kabau Padang akan menyajikan gebrakan-gebrakan di dalam arena Liga Primer Indonesia.
Stadion : Agus Salim, Padang (kapasitas 28.000)
Pelatih : Divaldo Alves (Portugal)
Sebelum melatih Kabau Padang, Divaldo Alves berpengalaman menangani tim-tim di Thailand, Malaysia, dan Hong Kong. Bahkan tahun 2009 lalu Alves pernah melatih Persijap Jepara. Sebagai modal utama mengarungi kiprah kepelatihan di Indonesia, Alves membawa serta pengalaman mengikuti pendidikan fisik dan olahraga di Portugal dan memegang sertifikat pelatih UEFA A-Level.
9. Ksatria XI Solo FC
Kota Solo memiliki sejarah panjang dan membanggakan dalam persepakbolaan Indonesia. Klub asal kota Solo sempat menjuarai Galatama sebanyak 8 kali. Namun belakangan, nama Solo seakan tenggelam di pentas sepakbola nasional dan Jawa Tengah. Kini, Solo FC siap membawa Solo kembali berjaya di pentas nasional melalui Liga Primer Indonesia.
Stadion : Manahan, Solo (kapasitas 24.000)
10. Manado United
Manado United merupakan klub sepakbola yang sudah cukup lama berdiri di Manado. Masyarakat di Manado sendiri sangat menantikan kehadiran dan selalu mendukung klub sepakbola yang dapat berprestasi dari daerahnya. Fokus Manado United adalan
pengembangan pemain lokal. Diperkuat oleh mantan pemain-pemain Persma serta kehadiran marquee player Amaral, Manado United siap berprestasi pada musim kompetisi Liga Primer Indonesia pada tanggal 8 Januari 2011 nanti.
Stadion : Klabat, Manado (kapasitas 20.000)
Pelatih : Muhammad Al Hadad
Muhammad Al-Hadad sudah lama malang-melintang di persepakbolaan nasional. Tercatat Niac Mitra Surabaya pernah dibawanya menjuarai tiga kali Piala Galatama. Selanjutnya, Persijatim dan Persim Maros pernah merasakan kiprah kepelatihannya. Terakhir, Al Hadad menukangi Persita Tangerang tahun 2008 sebelum memutuskan untuk hijrah ke Manado United.
11. Medan Bintang
Sepakbola merupakan sebuah olahraga yang sangat digandrungi masyarakat Medan, dimana sejumlah klub-klub sepakbola sempat mengukir prestasi di kancah nasional dan internasional. Adalah Medan Bintang, klub baru yang mendapat dukungan sejumlah elemen, yang berambisi mengangkat dan membesarkan prestasi kota Medan.
Stadion : Teladan, Medan (kapasitas 20.000)
Pelatih : Michael Feichtenbeiner (Jerman)
Michael Feichtenbeiner pernah menjadi managing director Bundesliga divisi dua danpernah pula melatih klub Malaysia, Selangor MPPJ dan kini di Bintang Medan. Pelatihasal Jerman ini merupakan pemegang sertifikat pelatih UEFA Pro Coach Licence.
12. Medan Chiefs
Medan Chiefs lahir dari semangat klub sepakbola Pro Titan, yang memang sudah tidak lagi mengandalkan APBD. Pro Titan sudah lama bergelut di kancah sepakbola nasional sebagai klub yang mandiri. Semangat perjuangan klub sepakbola dari Medan tersebut akan berkembang melalui Medan Chiefs.
Stadion : Teladan, Medan (kapasitas 20.000)
Pelatih : Jorg Steinebruner (Jerman)
Sepakbola Asia bukan barang baru bagi Jorg Steinebruner. Pelatih asal Jerman ini berpengalaman melatih sejumlah klub Singapura, seperti Woodland Wellington, Sengkang Punggol, dan Etoile. Mulai tahun 2011 ini, Steinebruner “menyeberang” beradu taktik di persepakbolaan Indonesia bersama Medan Chiefs.
13. Persebaya
Persebaya memiliki sejarah panjang dalam persebakbolaan nasional Indonesia. Klub ini sempat meraih prestasi gemilang ketika klub-klub Perserikatan dan Galatama bersatu dalam Liga Indonesia (1994) dan meraih gelar juara pada tahun 1997 dan 2005. Kini, Persebaya membuka lembaran baru untuk menorah prestasi di Liga Primer Indonesia.
Stadion : Gelora 10 Nopember, Tambaksari, Surabaya (kapasitas 35.000)
Pelatih : Aji Santoso
Tidak ada yang menyangsikan kiprah Aji semasa masih bermain. Posisi bek sayap kiri timnas Indonesia adalah langganannya, begitu juga dengan ban kapten. Reputasi itu yang membuatnya pernah membela klub-klub papan atas tanah air, seperti Arema
Malang, Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan Persema Malang. Sejak 2009, Aji dipercaya menangani Persebaya hingga saat ini.
14. Persema
Persema memiliki visi untuk memajukan persebakbolaan Indonesia. Berkat visi tersebutlah, Persema memilih untuk bergabung dengan Liga Primer Indonesia. Saat ini Persema telah memiliki tim yang sangat tangguh dan memiliki peluang besar di kancah Liga Primer Indonesia.
Stadion : Gajayana, Malang (kapasitas 30.000)
Pelatih : Timo Scheuneman (Jerman)
Pelatih kelahiran Jerman yang fasih berbahasa Indonesia ini pernah bermain di klub college Amerika Serikat, Master Mustangs, dan pada 1997 menjadi pemain Persiba Balikpapan. Setelahnya, Indonesia seakan menjadi tanah air bagi Timo. Memegang lisensi kepelatihan UEFA A sejak 2007 lalu, Timo pernah dipercaya menangani timnas sepakbola putri Indonesia di SEA Games 2008 dan Persema sejak 2010 ini.
15. Persibo
Tim “Laskar Angling Dharma” berdiri pada 12 Maret 1949 dan merupakan juara Divisi Utama musim 2009-1010. Dengan prestasi tersebut, klub ini siap menoreh lembaran sejarah baru di Liga Primer Indonesia.
Stadion : Letjen Haji Sudirman, Bojonegoro (kapasitas 15.000)
Pelatih : Sartono Anwar
Sartono adalah sosok yang sudah lama dikenal pecinta sepakbola Indonesia. Salah satu pencapaian besar Sartono semasa bermain adalah ketika membawa PSIS Semarang menjadi juara perserikatan 1987 dengan mengalahkan Persebaya Surabaya. Selain melatih Persibo, Sartono juga sempat duduk di bangku asisten pelatih timnas futsal Indonesia pada 2002 silam.
16. PS Makassar
PS Makassar merupakan hasil merger dari PSM dengan Makassar City. Berbekal pengalaman panhang di sepakbola nasional, PS Makassar adalah salah satu tim yang memiliki potensi besar di Liga Primer Indonesia.
Stadion : Gelora Andi Mattalata, Makassar (15.000)
Pelatih : Robert Alberts
Robert adalah pelatih yang sudah beberapa kali membuat prestasi untuk tim yang dilatihnya. Tahun 2009-2010, Robert membawa Arema Indonesia menjadi juara Indonesia Super League dan tahun 2010 tim besutannya menjadi Runner Up di Liga Indonesia. Selain itu ia pernah menyandang titel Best Coach berturut-turut di Singapura dan Malaysia. Pria kelahiran Belanda dan pernah bermain di Ajax
Amsterdam dan Clermond-Ferrand ini benar-benar ingin memajukan persepakbolaan Indonesia.
17. Real Mataram
Gairah sepakbola Yogyakarta kembali bersinar dengan hadirnya klub Royal Mataram. Nama Royal Mataram akan mewakili semangat dan kekuatan Kerajaan Mataram yang mendapat dukungan besar dari masyarakat Yogyakarta. Berbekal pemain-pemain berpengalaman, klub ini merupakan salah satu yang terkuat dengan mengantongi dua kemenangan.
Stadion : Maguwoharjo, Yogyakarta (kapasitas 30.000)
Pelatih : Jose Basualdo (Argentina)
Jose Basualdo pernah mencicipi Piala Dunia 1990 dan 1994 semasa masih bermain membela timnas Argentina. Usai gantung sepatu, Basualdo menangani klub Ekuador, Deportivo Quito. Setelahnya, Basualdo menangani sejumlah klub Amerika Latin, seperti Universitario de Deportes, El Porvenir, Cienciano, Santiago Morning, dan Universidad de Santiago FC sebelum akhirnya dipinang Real Mataram.
18. Semarang United
Klub yang berbasis di Semarang, Jawa Tengah, ini sengaja disiapkan khusus untuk mengikuti Liga Primer Indonesia. Klub yang digagas oleh Novel Al Bakrie ini mendapat dukungan luas dari masyarakat sepakbola Kota Semarang. Bersama marquee player Amancio Fortes, Semarang United akan menjadi salah satu klub yang paling disegani di kancah Liga Primer Indonesia.
Stadion : Jatidiri, Semarang (kapasitas 25.000)
Pelatih : Edy Paryono
Edy Paryono merupakan pelatih yang berpengalaman karena sempat menyerap ilmu dari Ivan Kolev dan Peter Withe ketika menjadi asisten dua pelatih Eropa itu di timnas Indonesia. Setelahnya, Edy menjadi pelatih PSIM Yogyakarta, PSIS Semarang, Persipur Purwodadi, hingga akhirnya menangani Semarang United pada musim perdana Liga Primer Indonesia.
19. Tangerang Wolves
Semangat pendukung sepakbola di Tangerang tidak dapat diragukan lagi. Keberadaan Tangerang United di kota industri ini diharapkan dapat meningkatkan geliat dan semangat persepakbolaan lokal. Dipimpin oleh pelatih yang jeli akan bakat-bakat muda, klub ini yakin dapat memperoleh tempat tersendiri di hati para pecinta sepakbola Indonesia.
Stadion : Benteng (kapasitas 25.000)
Pelatih : Paulo Camargo (Brasil)
Di negara asalnya, Brasil, Paulo Camargo dikenal pelatih yang sangat serius dalam menangani tim dan jeli menciptakan pemain berbakat. Salah satu anak didiknya adalah Kaka ketika masih bermain di tim junior São Paulo Futebol Clube. Kini, kemampuan
tersebut dapat ditularkan ke Indonesia. Kita nantikan siapa pemain muda cemerlang yang dilahirkan Camargo bersama Tangerang Wolves.

Jumat, 14 Januari 2011

Profil Jennifer Kurniawan


Nama Lengkap: Jennifer Kurniawan Jasmin
Lokasi: Knittlingen, Jerman
Umur: 23
Etnis: Asia Tenggara – Eropa
Tinggi: 165 cm
Berat: 47 Kg
Warna mata: Brown
Rambut: Brown
Pengukuran: 35 derajat – 24-35
Bust: 89 cm / 35 “
Pinggang: 60 cm / 24 “
Hips: 90 cm / 35 “
Dress: 34 Uni Eropa, 6 Inggris, 4 AS
Sepatu: 37 Uni Eropa, 4 Inggris, 4 AS
Profesi: Model
Skill lain: Ballet
Sikap: Pada waktu, konversi, tidak rumit, tipe terbuka dan ceria, terawat

profil Irfan Bachdim

 
Nama lengkap : Irfan Haarys Bachdim
Tanggal lahir : 11 Agustus 1988 (umur 22)
Tempat lahir : Amsterdam, Belanda
Tinggi : 1.72 m (5 ft 8 in)
Posisi bermain : Gelandang, Striker
Klub saat ini Persema Malang
Nomor : 10

Klub Junior
Tahun Klub Tampil (Gol)
1999-2001 Ajax Amsterdam
2002 SV Argon
2003-2007 FC Utrecht

Klub Senior
2008-2009 FC Utrecht 1 (0)
2009 HFC Haarlem 0 (0)
2010Persema Malang 6 (3)

Tim nasional
2010- Flag of Indonesia.svg Indonesia 3 (1)

"Liga Spanyol", Kompetisi Bola Terbaik di Dunia - Presiden FIFA

(Me-Luz.Tag)
Getty Images Zurich - Presiden FIFA Sepp Blatter menilai Liga Spanyol sebagai kompetisi sepakbola terbaik di dunia. Blatter menyebut Liga Primer Inggris bisa belajar dari kompetisi di tanah Matador.

Pernyataan Blatter ini didasari kesuksesan Spanyol di Piala Dunia 2010 dan masuknya delapan pemain yang berlaga di Liga Spanyol ke tim terbaik FIFA Fifpro 2010.

"(Melihat tim Dunia XI) itu pasti jadi liga terkuat di dunia," ujar Blatter kepada CNN World Sport.

"Dan saat Anda melihat starting eleven timnas Spanyol (yang memenangkan Piala Dunia 2010), mereka semua bermain di Spanyol. Liga Spanyol juga merupakan liga dengan jumlah pemain lokal terbanyak," sambung Blatter.

Blatter mengakui Liga Primer Inggris sebagai kompetisi yang bagus dan dihuni pemain-pemain kelas satu. Meski demikian, ia tetap berharap Liga Primer Inggris bisa belajar dari Liga Spanyol.

"Liga Primer Inggris adalah liga dengan pemasaran terbaik di dunia. Itu adalah liga yang bagus, dengan pemain-pemain yang bagus, tapi saat Anda mempertimbangkan tak ada satu pun pemainnya yang masuk ke tim terbaik dunia, mungkin mereka harus berpikir tentang sesuatu yang dapat diadaptasi," tutup pria 74 tahun itu.

Arab Saudi Tersingkir, Jepang Puncaki Klasemen Piala Asia

(Me-Luz.Tag)
Jepang v Suriah (Getty Images)Doha - Juara Piala Asia tiga kali Arab Saudi dipastikan tersingkir usai ditekuk Yordania di laga kedua grup B. Sementara Jepang sukses mengambil alih puncak klasemen usai memenangi partai alot kontra Suriah.

Pertandingan antara Arab Saudi verus Yordania berlangsung di Al Rayyan Stadium, Kamis (13/1/2011) malam WIB. Di laga tersebut tim berjuluk 'Elang Hijau' itu takluk 0-1 lewat gol Bahaa Abdelrahman di menit 42.

Abdelrahman yang tak terkawal membuat umpan silang dan melengkung masuk ke gawang Arab. Ini adalah kesalahan si kiper Waleed Abdullah yang seharusnya bisa menebak arah bola.

Dengan kekalahan ini, Arab Saudi praktis tersingkir dari turnamen usai di laga sebelumnya juga kalah dari Suriah 1-2. Arab kini duduk di dasar klasemen tanpa poin.

Di pertandingan grup B lainnya Jepang sukses memetik kemenangan pertamanya dengan skor 2-1 atas Suriah di Qatar Stadium. Laga ini diwarnai oleh pengusiran seorang pemain dari masing-masing kubu.

Tiga angka yang diperoleh menempatkan Jepang di urutan teratas grup dengan empat poin menggusur Yordania yang memiliki nilai sama. Sementara Suriah ada di urutan tiga dengan nilai tiga.

Blue Samurai unggul lebih dahulu lewat Makoto Hasebe di menit 35 dan berhasil mempertahankan keunggulannya hingga turun minum.

Namun Jepang harus bermain dengan 10 orang di menit 72 setelah kiper Eiji Kawashima di kartu merah usai mengganjal pemain lawan di kotak terlarang dan wasit menunjuk titik putih. Tampil sebagai algojo Firas Al Khatib yang sukses menyamakan skor.

Meski kurang pemain, skuad arahan Alberto Zaccheroni itu justru kian agresif. Sejumlah peluang didapat dari Keisuke Honda tapi belum berujung gol.

Di menit 82, Jepang gantian mendapat hadiah penalti usai Shinji Okazaki dijatuhkan. Honda menjadi eksekutor yang sukses menyarangkan bola ke arah tengah gawang.

Tiga menit sebelum laga usai sebuah peluang emas didapat Suriah. Tetapi upayanya itu masih dapat digagalkan si kiper pengganti, Shusaku Nisikawa.

Di masa injury time, Suriah kehilangan Nasim Sabag yang menerima kartu kuning kedua. Ia dipaksa keluar lapangan usai melakukan pelanggaran atas tendangan bebas Jepang.

Jepang berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 hingga peluit panjang wasit dibunyikan.

Tiga tim yang masih berpeluang lolos ke babak berikutnya akan melakoni laga penentuan pada 16 Januari mendatang. Jepang harus meladeni Arab diikuti partai antara Yordania versus Suriah.

Rooney Diperkirakan Tampil di Olimpiade 2012

(Me-Luz.Tag)
Getty ImagesLondon - Wayne Rooney kabarnya akan dimasukkan ke skuad Inggris Raya di Olimpiade 2012. Rooney disiapkan sebagai salah satu dari tiga pemain berusia di atas 23 tahun yang boleh tampil di olimpiade.

Aturan FIFA menetapkan bahwa pesepakbola yang boleh tampil di olimpiade adalah yang masih berusia di bawah 23 tahun. Namun tiap negara peserta diizinkan untuk memasukkan maksimal tiga pemain dengan usia lebih tua.

David Beckham, Frank Lampard dan Steven Gerrard sempat disebut-sebut sebagai kandidat kuat pemain 'senior' yang akan masuk skuad Inggris Raya di Olimpiade 2012 yang akan dihelat di London. Namun belakangan, nama Rooney muncul.

"Orang utamanya adalah Wayne Rooney yang akan jadi pemain dengan usia lebih," ungkap sumber FA kepada Soccernet.

"Pemanggilan Rooney mengindikasikan seberapa serius hal ini, bahwa kami semua ingin tim Inggris Raya memiliki celah untuk meraih medali emas."

"Beckham, Gerrard, dan Lampard akan terlalu tua, tapi Rooney adalah pemain yang akan membantu tim Inggris Raya menjadi pemenang."

Inggris Raya memang butuh pemain-pemain berkualitas di Olimpiade 2012 demi mewujudkan ambisi merebut medali emas sepakbola di kandang sendiri. Selain Rooney, winger Tottenham Hotspur Gareth Bale yang berasal dari Wales kabarnya juga dibujuk untuk mau membela panji Inggris Raya, meski hal ini masih menimbulkan kontroversi.

PSSI dan LPI Seharusnya Duduk Bersama

(Me-Luz.Tag)
Jakarta - Konflik yang menajam antara PSSI dengan Liga Primer Indonesia (LPI) mengundang keprihatinan dari suporter sepakbola Indonesia. Suporter berharap kedua belah pihak duduk bersama.
Di mata Arista Budiyono, salah satu aktivis suporter sepakbola nasional, konflik yang terjadi antara PSSI selaku induk sepakbola Indonesia dan penyelenggara Liga Super Indonesia (LSI) dengan LPI berakibat merugikan.

"Dari sisi suporter, makin terkotak-kotak. Ketika suporter Persebaya (1927) mati-matian membela LPI, maka dia akan makin bermusuhan dengan suporter Persija Jakarta yang ada di LSI. Itu contohnya," kata Arista seperti yang di beritakan detikSport, Jumat (14/1/2011).

"Kasihan sepakbola itu sendiri, ketika potensi-potensi muda tidak bisa masuk tim nasional karena angkuhnya kedua belah pihak. Pemain dikorbankan karena egoisnya mereka yang di atas," timpal Aris, sapaan Arista.

Aris berharap PSSI dan LPI bisa duduk dalam satu forum dan berdiskusi, bukannya saling serang dan saling menghindar apabila ada rencana untuk mempertemukan kedua belah pihak itu.

"Kalau bisa duduk bareng, bagaimana caranya biar LPI diakui PSSI. Yang terjadi, kedua belah pihak satu sama lainnya tidak mau ditemukan," kata Aris menyesal.

"Enaknya ada yang menengahi. Tapi siapa juga ya? Kalau Menpora (Andi Mallarangeng), terlalu pro LPI. Harusnya ada juga stakeholder olahraga nasional, seperti KONI dan Menpora," usulnya.

Mengenai keberadaan dua kompetisi ini, Aris yakin nantinya akan terjadi seleksi alam di mana yang lebih baik akan lebih diminati dan yang lebih buruk bakal ditinggalkan.

Namun Aris mewanti-wanti agar kompetisi sepakbola tidak dijadikan alat politik. Kompetisi seharusnya diadakan demi perkembangan sepakbola itu sendiri, demi pembinaan dan ujungnya demi prestasi.

"Buat masyarakat, jadi banyak alternatif. Cuma seharusnya yang fair, jangan saling menjegal," cetus pria asal Solo yang gigih untuk mendamaikan
kelompok-kelompok suporter di Indonesia itu.

"Seperti LPI itu niatnya tidak untuk membangun kompetisi, LPI itu karena sakit hati. LPI sebenarnya bagus secara konsep, tapi tidak udah ditambahi intrik-intrik politik lah," pinta Aris.

"Harusnya di antara kedua belah pihak, ada yang dinegosiasikan. PSSI jangan ngotot, tapi LPI juga harus berusaha permisi," pungkasnya.

Giggs Meninggalkan Timnas Wales

(Me-Luz.Tag)
Getty Images Manchester - Ryan Giggs memastikan bahwa dirinya tidak akan comeback ke timnas Wales karena cuma ingin fokus ke Manchester United. Tapi winger kidal ini bersedia membantu Wales dalam kapasitas lain.

Giggs telah memutuskan untuk pensiun dari persepakbolaan internasional pada 2007 silam. Ia membuat debut pada 1991 dan sudah tampil sebanyak 64 kali.

Penunjukkan Gary Speed sebagai suksesor John Toshack di kursi pelatih Wales memunculkan spekulasi kalau Giggs mungkin akan comeback ke timnas Wales.

"Saya memastikan tidak akan bermain kembali untuk Wales," sahut Giggs seperti dikutip situs resmi MU. "Saya cuma ingin berkonsentrasi bermain buat United.

Giggs meyakini Speed mampu membawa perbaikan pada Wales. Namun pemain berjuluk The Welsh Wizard ini bersedia membantu jika diminta.

"Saya tahu Gary mampu melakukan pekerjaan ini dengan baik - dia dulu pemain yang hebat - dan di masa depan jika dia butuh bantuan, nasihat atau apapun dari saya itu tidak akan jadi masalah," pungkas pemain legendaris Red Devils itu.

LPI Jalan Terus Tak Bisa Dibendung

(Me-Luz.Tag)
Jakarta - Setelah dikirimi surat oleh FIFA, PSSI menegaskan akan menjatuhkan sanksi pada pihak-pihak yang terlibat Liga Primer Indonesia. Meski begitu, liga bikinan pengusaha Arifin Panigoro tersebut menyatakan akan jalan terus.

"LPI tidak bisa dibendung dan jalan terus. Kenapa ada yang salah dengan LPI? Padahal mau mendorong sepakbola industri," seru jurubicara LPI, Abi Hasantoso dalam diskusi politisasi timnas yang dilakukan di pressroom DPR, Jumat (14/1/2011).

Pernyataan LPI tersebut menjawab ancaman sanksi yang akan dijatuhkan PSSI sebagaimana diungkapkan Sekjen Nugraha Besoes, Kamis (13/11/2011) kemarin. Kang Nug mengungkapkan hal tersebut sambil menunjukkan surat yang dikirimkan FIFA, yang meminta PSSI mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam LPI.

"Tidak ada kekisruhan antara LPI dan lembaga lain karena LPI dibentuk sebagai lembaga legal untuk memutar kompetisi menuju sepakbola industri."

"Tidak pernah ada liga di dunia yang dibiayai uang rakyat, semua uang milioner. Jadi persepktifnya untung. Klub-klub yang membentuk LPI didonasi konsorsium pengusaha Indonesia dan dalam 3-5 tahun bisa mengembalikan pinjaman hingga Rp 30-40 miliar setahun dan saham klub bisa dibeli."

"Bayangkan liga yang memakai uang rakyat dan setelah kompetisi pemain tidak dibayar tiga bulan dan justru merugikan rakyat. Selain itu tidak ada kontrak jangka panjang untuk pemain," tuntas dia.

"Amancio Fortes", Pemain Termahal LPI

Jakarta - Status pemain termahal Liga Primer Indonesia ternyata bukan milik Irfan Bachdim. Semarang United mengklaim mematahkan rekor tersebut saat mengontrak mantan pemain junior Manchester United, Amancio Fortes.

Bachdim beberapa pekan lalu mendapat kontrak baru dari Persema Malang. Meski tak ada konfirmasi dari pihak klub, diyakini kalau bintang timnas Indonesia di Piala AFF 2010 itu dapat bayaran Rp 1,5 miliar untuk satu musim kompetisi.

Jumlah tersebut menjadikan striker berdarah Belanda itu menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Primer Indonesia. Bayaran yang didapat Bachdim juga lebih tinggi dari Syamsul Arif, yang oleh Persibo Bojonegoro dibayar lebih dari Rp 800 juta semusim.

Namun kini Bachdim harus melepaskan status pemain termahal tersebut pada gelandang Semarang United, Amancio Fortes. Pemain asal Angola yang pernah menuntut ilmu di Manchester United itu diklaim sebagai pemain termahal LPI saat ini.

"Kami memiliki pemain termahal di LPI. Namanya Amancio Fortes. Dia adalah mantan pemain terbaik Manchester United U-17 saat berlatih di sana," ucap Wakil Presiden Semarang United, Novel Al Bakrie, seperti yang di beritakan detiksport.

Sayangnya Al Bakrie enggan membeberkan bayaran pesepakbola 20 tahun yang dikontrak selama lima musim tersebut. Namun dia memastikan kalau jumlah yang diterima Fortes lebih tinggi dari yang dibayarkan Persema pada Irfan Bachdim.

"Ya, lebih tinggi (dari Irfan Bachdim). Ada banyak benefit dari kontrak besar tersebut. (Klub) jadi punya daya jual dan ada sisi komersial yang diperhatikan," lanjut dia.

Fortes tercatat memulai karier sepak bola dari akademi Sporting Lisbon (Portugal) pada usia 10-14 tahun. Dia kemudian memperkuat Recreativo (Portugal). Pesepakbola kelahiran 18 April 1990 itu sempat berseragam Manchester United junior pada musim 2006/2007.

Dalam beberapa file video di Youtube, Amancio Fortes memang terlihat punya skill yang sangat mumpuni. Dengan postur yang tidak terlalu besar, dia punya kecepatan tinggi dan kemampuan menggiring bola yang sangat baik
(Me-Luz.Tag)

Keberadaan Beckham Memiliki Resiko Tersendiri bagi TimTottenham Hotspur.

(Me-Luz.Tag)London - Kehadiran David Beckham dinilai berpotensi menimbulkan friksi di tubuh Tottenham Hotspur. Meski begitu sikap profesional Beckham dinilai bisa meminimalkan atau menghilangkan kekhawatiran itu.
Beckham saat ini tengah menjalani latihan bersama Tottenham Hotspur. Memang dia belum resmi dimiliki oleh The Lilywhites. Meski begitu Becks sudah mendapatkan nomor punggung yakni 77.

Manajer Harry Redknapp menilai bahwa kelahiran Beckham bisa menjadi pemicu semangat bagi Spurs. Namun begitu pelatih striker klub Les Ferdinand berpendapat bahwa keberadaan Beckham juga memiliki risiko tersendiri bagi tim.

"Akan ada reaksi beragam dari pemain. Beberapa di antara mereka akan mengatakan: Apa yang sudah dia (Beckham) lakukan untuk tim?," ujar Ferdinand seperti dilansir dari Daily Mail.

Meski begitu Ferdinand menilai bahwa sikap profesional Beckham bisa meminimalkan atau bahkan menghilangkan kekhawatirannya.

"Saya tak mengatakan bahwa kehadiran Beckham hanya bertujuan membentuk citra saja. Harry (Redknapp) sangat yakin bahwa David bisa memberikan sesuatu nilai tambah bagi klub," kata mantan pemain nasional Inggris itu.

Di beberapa kesempatan sebelumnya Beckham telah menunjukkan sikap profesional. Misal ketika diparkir oleh pelatih Fabio Capello ketika masih membela Real Madrid. Ketika Capello kembali memberikan kepercayaan, pemain kelahiran 2 Mei 1975 itu membayarnya dengan baik.

"Memang bakal timbul pertanyaan soal apa yang bisa diberikan pemain yang sudah berusia 35 tahun. Namun sikap profesionalnya sudah tak perlu dipertanyakan lagi," kata Ferdinand.

"Yang saya pikirkan adalah profesionalisme Beckham, yang sudah dia mulai ketika dia di Manchester United akan menular kepada pemain lain," lanjut pemain Tottenham Hotspur periode 1997-2003 tersebut.

"Mendatangkan David bakal memberikan sebuah dorongan kepada pemain dan fans, yang akan mendatangkan atmosfer yang fantastis di Stadion White Hart Lane," tutup dia. 

Minggu, 02 Januari 2011

FOTO PEMAIN MANCHESTER UNITED












EDWIN VAN DER SAR













GARY NEVILLE












PATRICE EVRA












OWEN HARGREAVES












RIO FERDINAND












WES BROWN












MICHAEL OWEN
















ANDERSON
















DIMITAR BERBATOV










WAYNE ROONEY










RYAN GIGGS












CHRIS SMALLING












JI SUNG PARK
















JAVIER HERNANDEZ














NEMANJA VIDIC














MICHAEL CARRICK




NANI














PAUL SCHOLES














FABIO














RAFAEL
















JONNY EVANS












DARREN FLETCHER














ANTONIO VALENCIA


















GABRIEL OBERTAN










FEDERICO MACHEDA







DARRON GIBSON












TOMASZ KUSZCZAK












BEBE

Sabtu, 01 Januari 2011

PSM Makassar

Logo PSM
PSM Makassar
Nama lengkap Persatuan Sepak bola Makassar
Julukan Juku Eja
Pasukan Ramang
(Ayam Jantan dari Timur)
Didirikan 2 November 1915
Stadion Andi Mattalatta,
Makassar, Indonesia
(Kapasitas: 30.000)
Ketua Umum Bendera Indonesia Ilham Arief Sirajuddin
Sekretaris Bendera Indonesia M. Ishlah Idrus
Bendahara Bendera Indonesia Suhardi Hamid
Manajer Bendera Indonesia Kadir Halid
Pelatih Bendera Belanda Robert Albert
Asisten Pelatih Bendera Indonesia Ali Baba
Bendera Indonesia Ansar Abdullah
Dokter Tim Bendera Indonesia dr. Arwin Amiruddin
Liga Liga Super Indonesia
2008-09 Liga Super Indonesia,
Peringkat 3

Seragam tim Seragam tim Seragam tim
Seragam tim
Seragam tim
 
Kostum kandang
Seragam tim Seragam tim Seragam tim
Seragam tim
Seragam tim
 
Kostum tandang
Soccerball current event.svg Musim ini
Persatuan Sepak bola Makassar (disingkat PSM Makassar) adalah sebuah tim sepak bola Indonesia yang berbasis di Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. PSM Makassar saat ini bermain di Divisi Utama Liga Indonesia. PSM Makassar merupakan salah satu tim terkuat di Indonesia dan telah mewakili Indonesia dalam Liga Champions Asia dua kali. PSM Makasar merupakan tim dengan catatan prestasi paling stabil di pentas Liga Indonesia, dengan sekali menjadi juara, empat kali runner up, dan hanya sekali gagal masuk putaran final.

Pra kemerdekaan

Kisah sejarah PSM Makasar dimulai pada tanggal 2 November 1915 yang dinyatakan sebagai berdirinya sebuah perkumpulan sepak bola bernama Makassar Voetbal Bond (MVB) yang di kemudian hari tercatat sebagai embrio Persatuan Sepak Bola Makassar (PSM). Dalam perjalanan prestasinya, MVB menampilkan orang-orang bumi putera di jajaran elite persepak bolaan Hindia Belanda seperti Sagi dan Sangkala sebagai pemain andal sekaligus promotor yang disegani kalangan Belanda. Pada masa itu, sekitar tahun 1926-1940, MVB sudah melakukan pertadningan dengan beberapa kesebelasan dari dalam negeri dan luar negeri, di antaranya dari Jawa, seperti Quick, Excelcior, HBS, sejumlah klub dari Sumatera, Borneo, dan Bali. Sedang dari luar negeri kesebelasan dari Hongkong dan Australia.

Pada usianya ke-25, kegiatan MVB mulai surut seiring dengan kedatangan pasukan Jepang di Makassar. Orang-orang Belanda yang tergabung dalam MVB ditangkap. Pemain-pemain pribumi dijadikan Romusa, dan sebagian dikirim ke Burman (kini Myanmar). MVB praktis lumpuh total, sebagaimana klub-klub sepak bola di Indonesia. Di Makassar, ketika itu segala yang berbau Belanda mutlak dilenyapkan, sebaliknya untuk mencari dukungan penduduk, Jepang membiarkan masyarakat menggunakan nama-nama Indonesia. Dan MVB pun berubah menjadi Persatuan Sepak Bola Makassar (PSM).

Pasca kemerdekaan

Saat Indonesia terlepas dari penjajahan, Persatuan Sepak Bola Makassar (PSM) mengadakan reorganisasi dan reformasi di bawah pimpinan Achmad Saggaf yang terpilih menjadi sebagai Ketua PSM. Meskipun sederhana, roda kompetisi PSM mulai bergulir dengan baik dan teratur. Udara kemerdekaan ikut memberi nafas baru bagi PSM. Tahun 1950, PSM mulai mengadakan ekspansi ke Pulau Jawa untuk menjalin hubungan dengan PSSI. Bintang-bintang PSM pun bermunculan. Dan yang paling fenonemal adalah Ramang. Bahkan, kehebatan Ramang yang menjadi ikon PSM hingga kini masih jadi legenda dan tercatat indah dalam sejarah persepakbolaan nasional. Roh dan semangat Ramang pula yang tetap ada dan hidup di tubuh PSM dan membuat kesebelasan ini sempat dijuluki Pasukan Ramang.

PSM pertama kali menjadi juara perserikatan tahun 1957 dengan mengalahkan PSMS Medan pada partai final yang digelar di Medan. Sejak itu PSM yang dijuluki menjadi kekuatan baru sepak bola Indonesia. PSM menjelma menjadi tim elite. Total lima kali gelar juara perserikatan diraih tim yang lebih sering disebut sebagai Juku Eja atau Ikan Merah, julukan yang diberikan berdasar pada warna kostum yang mereka kenakan. PSM meraih juara perserikatan pada tahun 1959, 1965, 1966, dan 1992.

Liga Indonesia

Ketika tim-tim perserikatan digabung dengan tim-tim galatama menjadi Liga Indonesia sejak tahun 1994, PSM selalu masuk jajaran papan atas hingga sekarang. Setiap musim, PSM selalu diperhitungkan dan menjadi salah satu tim dengan prestasi paling stabil di Liga Indonesia. Meski demikian, baru sekali klub ini menjadi juara yakni pada Liga Indonesia tahun 2000, dan selebihnya empat kali menjadi tim peringkat dua pada Liga Indonesia 1995/1996, 2001, 2003, dan 2004.

Saat juara Liga Indonesia PSM mencatat prestasi mengesankan dengan hanya menderita 2 kali kekalahan dari total 31 pertandingan. Saat itu PSM mengumpulkan pilar-pilar tim nasional seperti Hendro Kartiko, Bima Sakti, Aji Santotal tosa, Miro Baldo Bento, Kurniawan yang dikombinasikan dengan pemain asli Makasar seperti Ronny Ririn, Syamsudin Batola, Yusrifar Djafar, dan Rachman Usman, ditambah Carlos de Mello, dan Yosep Lewono. PSM merajai pentas Liga Indonesia dengan menjuarai Wilayah Timur, dan di babak 8 besar menjuarai Grup Timur. Di semifinal, PSM mematahkan perlawanan Persija Jakarta, sebelum mengatasi perlawanan gigih Pupuk Kaltim di final yang berkesudahan 3-2.

Salah satu yang menjadi ciri PSM hingga selalu menjadi tim papan atas adalah permainan keras dan cepat yang diperagakan pemainnya, dan dipadu dengan teknik tinggi. Tak hanya itu, pemain PSM juga terkenal tangguh dan tidak cengeng dalam kondisi lapangan apa pun. PSM juga didukung oleh regenerasi yang kontinyu dan melahirkan pemain-pemain andalan di tim nasional. Tak hanya itu, kiprah para pemain di lapangan juga didukung oleh deretan pengusaha asal Sulawesi Selatan yang bergantian mengurusi managemen PSM.

PSM Makasar yang juga dijuluki Ayam Jantan Dari Timur memiliki sekitar 24 kelompok suporter, diantaranya adalah The Macz Man, Mappanyuki, Ikatan Suporter Makasar (ISM), Suporter Hasanuddin, Suporter Dealos, Suporter Reformasi, Komando, Suporter Bias, Suporter Kubis, Karebosi, Gunung Lokong, Suporter PKC (Pannampu, Kalumpang, dan Cumi-cumi, Red Gank (Pattene),KVS,Zaiger,Antang Communitty

Prestasi

Liga Indonesia

Liga Champions Asia

  • 2001 - Perempat final (masih bernama Piala Champions Asia)
  • 2004 - Babak pertama
  • 2005 - Semi Final (melawan tim dari Qatar)

Skuat 2008/2009

Skuat 2009/10

No.
Posisi Nama pemain
1 Bendera Indonesia GK Syamsidar
2 Bendera Indonesia DF Hendra Wijaya
3 Bendera Indonesia DF Adnan Buyung
32 Bendera Korea Selatan DF Joo Ki Hwan
6 Bendera Indonesia MF Asri Akbar
7 Bendera Korea Selatan MF Shin Hyuun Joon
8 Bendera Indonesia MF Syamsul Chairuddin
88 Bendera Korea Selatan FW Park JUng Hwan
10 Bendera Paraguay FW Osvaldo Moreno
12 Bendera Indonesia MF M.Fadly

No.
Posisi Nama pemain
13 Bendera Indonesia DF Franklin Siegers
14 Bendera Indonesia DF Faturrahman
19 Bendera Indonesia FW M.Rahmat
20 Bendera Chili MF Luis Pena
21 Bendera Indonesia GK M Rahman
22 Bendera Indonesia DF Fandy Edy
29 Bendera Indonesia DF Handi Hamzah
5 Bendera Indonesia DF Simon Kujiro
4 Bendera Indonesia DF Rendy Siregar
24 Bendera Indonesia MF Heru Nerly

Pemain terkenal

1950-1960an

1960-2000

  • Abdi Tunggal
  • Suta Wijaya
  • Syamsuddin Umar
  • Yopie Lumendong
  • Jhony Kambang
  • Iriantosyah Kasim
  • Yoseph Wijaya
  • Tony Ho
  • Karman Kamaluddin
  • Hafidh Ali
  • Alan Haviluddin
  • Assagaf Razak

2000-an

  1. Syamsul Chairuddin
  2. Andi Oddang
  3. Rahmat Latif
  4. Djayusman Triasdi
  5. Ponaryo Astaman
  6. Jet Donald
  7. Charis Yulianto
  8. Ortizan Salosa
  9. Kurniawan Dwi Yulianto
  10. Miro Baldo Bento

Pelatih terkenal

1950-1960an

Kartu & Sempritan Wasit disini....!!!

Your IP and Google Map location